Laman

Rabu, 29 Agustus 2012

SURGA 10 PROVINSI DI SUMATERA



Jam Gadang
Sebagaimana banyak pulau-pulau lain di Indonesia yang sangat indah dan kaya akan budaya maupun sumber daya alam, Sumatera adalah rumah bagi beragam budaya, adat istiadat, tradisi dan seni yang unik. Bahkan pulau ini kerap di juluki Pulau Emas, karena berbagai kekayaan yang di milikinya.
Sumatera di masa lalu juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari dua pusat peradaban Indonesia, yaitu Kerajaan Samudera Pasai dan Sriwijaya. Kerajaan-kerajaan itu, utamanya Sriwijaya, dengan segala kebesarannya telah menjadi inspirasi bagi bangsa kita hingga saat ini untuk membangun Negara Kesatuan. 
Pulau Sumatera juga amat kaya dengan potensi alam. Riau dengan Minyak Kelapa Sawitnya, dataran tinggi Gayo dengan komoditi unggulan Kopi, serta lapangan Gas terbesar di dunia, di samping banyak potensi alam lainnya, mejadi bukti kekayaan potensi alam Pulau Sumatera.
 

Tahun 2004 seluruh dunia mengheningkan cipta saat gempa bumi berkekuatan 8.5 SR dan gelombang Tsunami menghantam wilayah terdepan Indonesia. Semuanya musnah tapi tidak harapan orang-orang di Sumatera. Tanah yang di puja, tanah yang di cari oleh pelbagai bangsa menampakan wajah sedih paling sempurna waktu itu. Jika ada suara manusia, maka itu adalah suara tangis paling memilukan yang pernah kita dengar selama ini. Sekuat apa pun seseorang mengenggam kehidupan, semuanya hanyut oleh kuatnya gelombang Tsunami.

Tahun 2007, 2009, 2010, dan 2012 susul menyusul gempa mengguncang tanah Sumatera. Tahun-Tahun yang bisa di katakan tahun yang tidak pernah diam. Meski sempurna, duka itu berlalu jua. Sebab di langit masih menampakan warna biru, masih ada angin yang membawa perahu ke lautan dan matahari masih bersahabat menerpa wajah-wajah orang Sumatera. Senyum serta semangat mereka masih kita lihat. Dan tak sejengkal pun tanah itu di tinggalkan. Maka keraslah orang Sumatera, seperti yang di sangkakan orang, sepertinya kerasnya harapan agar tetap mengada bersama puluhan ribu pulau lainnya di Indonesia. Sehingga saat menapaki tanah ini, kita akan tahu begitu kuatnya rasa persaudaraan satu sama lain.

Inilah negeri Swarna Bhumi yang sejak ribuan tahun lalu di kenal sebagai tanah emas yang tak ada habisnya.

ASAL MULA SUMATERA

Pulau ini di kenal pula dengan nama lain yaitu Pulau Percha, Andalas,Swarnadwhipa, Swarna Bhumi, Dan Bhumi Malayu. Bagaimana sejarahnya?

Kata Sumatera yang kita kenal sekrang tidak bisa lepas dari kisah petualangan berbagai bangsa dunia mencari emas. Kisah sumatera dapat di telusuri dari penjelajahan bangsa Arab, Persia, Cina, Portugis, Belanda, India sampai pelaut-pelaut di Nusantara.

Di Yunani, Sumatera di kenal dengan nama Taprobana pada peta yang di buat oleh Klaudios Prolemaios di abad ke-2. Meski sejumlah ahli meragukan Taprobana adalah Sumatera, Namun pulau ini telah di kenal oleh bangsa Arab ribuan tahun silam saat mencari resep " Parfum dan Pengawet". Bahkan ada yang mengatakan pulau Sumatera telah di kenal sejak zaman Nabi Sulaiman dan Nabi Isa Almasih.
Sejumlah bukti adanya hubungan antara penduduk Sumatera dan bangsa di dunia terutama bangsa Arab, Persia, Cina, dan juga India dapat di temukan di pelabuhan kecil daerah barus. Bangsa Arab membutuhkan  kemenyan juga kapur barus untuk di persembahkan kepada raja. Hasil hutan ini di jadikan wewangian dan juga bahan untuk mengawetkan tubuh Raja-Raja Mesir kuno.

Selanjutnya penulis Cina, yakni I-Tsing yang tinggal di Sriwijaya, mencatatkan perjalanannya di pulau yang di sebut dengan chin-chou, berati " negeri emas". Dalam kitab-kitab orang India berbahasa Sansekerta di sebut dengan Swarnadwipa ( "pulau emas") atau Swarna Bhumi ("tanah emas")

Setiap bangsa yang menginjakkan kaki di Sumatera punya cara sendiri untuk menyebutkannya.

Pelabuhan Muaro Padang
Kata Sumatera berasal dari nama Kerajaan di Aceh abad ke 13-14 yakni Kerajaan Samudera ( Samudera Pasai atau Samudera Darussalam Atau Kesultanan Pasai ). Ibnu Bathutah seorang penjelajah  dari Maroko menuliskan dengan nama Samatrah. Nama ini kemudian di gunakan untuk menyebut seluruh pulau. Namun ada juga yang menyebut dengan " Camatara", "Samatara", "Camatora", "Somatra". Bahkan ada juga yang menulisnya menjadi "Samoterra", "Zamatra", dan  "Zamatora". Akhirnya sejak pelaut dan pedagang dari Belanda dan Inggris mulai banyak menuliskan kata Sumatera, lama kelamaan nama Sumatera inilah yang di gunakan sampai sekarang.

WILAYAH ADMINISTRATIF DI SUMATERA

Sistem pemerintahan yang menggerakkan roda pembangunan di Sumatera menyelaraskan kearifan lokal dan modernitas demi tercapainya masa depan Sumatera.

Pulau Sumatera memiliki 10 provinsi dengan masing-masing luas wilayah administrasi pemerintahan :
  • Provinsi Aceh 57.365,57 km2
  • Provinsi Sumatera Utara 71.680 km2
  • Provinsi Sumatera Barat 42.297,30 km2
  • Provinsi Sumatera Selatan 99.598,689 km2
  • Provinsi Riau 87.023,66 km2
  • Provinsi Jambi 53.435,72 km2
  • Provinsi Bengkulu 19.788.,70 km2
  • Provinsi Lampung 35.376,50 km2
  • Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 81.725,14 km2
  • Provinsi Kepualauan Riau 252.601 km2

Dengan demikian wilayah admistratif 10 Provinsi di pulau Sumatera meliputi darat dan laut sekira 466.566,139 km2.

SURGA 10 PROVINSI DAN CITA RASA SUMATERA
Belitung

Sepuluh tempat bak surga menghipnotis jutaan wisatawan dari berbagai belahan dunia. Tempat-tempat ini menawarkan pengalaman dan juga petualangan bagi siapapun dari masakan dari resep para leluhur hingga tempat wisata, sebagai berikut ini :
Aceh~Pesona Pulau Weh~Ayam Sampah Nan Lezat
Sumatera Utara~Wisata Geologi dan Budaya di Danau Toba~Nasi lemak pedas a'la melayu
Sumatera Barat~Mentawai~Rendang Padang
Riau~Bakar Tongkang~Ikan Patin Pedas
Pulau Weh Aceh
Jambi~Gunung Kerinci~Ikan Patin Rasa Durian
Sumatera Selatan~Sungai Musi~Pempek
Bengkulu~Bangunan Bersejarah~Ikan Pais a'la Presiden Soekarno
Lampung~Krakatau~Keripik Pisang
Bangka Belitung~Wisata Bahari~Lempah Kuning
Riau~Masjid Raya Sultan dan Gurindam Dua Belas~Sup Ikan          Merah

BUDAYA, ALAT MUSIK, DAN TARI

Selain kekayaaan alam dan keindahan panoramanya, kita juga di berkati dengan keragaman Suku Bangsa dan Budayanya. Mulai dari Sabang sampai Merauke, kita akan mendapati beragam seni, tradisi, dan budaya yang masing-masing memiliki kekhasan dan keunikannya, Indonesia adalah rajutan warna-warni dari hadirnya kekayaan, kesemarakan dan keragaman.
Seni yang bisa di sebut paling dekat dengan masyarakat adalah seni tari atau tari-tarian. Hampir semua daerah mempunyai tarian khas yang di wariskan leluhurnya, atau malah ada yang bercampur atau akulturasi dengan budaya-budaya luar.
Tarian tak bisa semata-mata di lihat dari gerakan saja, tapi hubungan batin antara penari, masyarakat, dan alam sekitarnya. Dalam kelincahan, kelembutan, dan semangat tarian selalu ada nilai-nilai yang coba di sampaikan.
Seni tari semakin berkembang dengan masuknya kebudayan Hindu, Buddha, dan Islam ke Indonesia. Karena itulah banyak tarian nusantara yang tercipta dengan tujuan sebagai ritual keagamaan ataupun sebagai media dakwah agar lebih di terima masyarakat. Selain di pengaruhi  nilai-nilai keagamaan, tarian nusantara Indonesia juga di pengaruhi  oleh unsur politik.

Tari Serampang Dua Belas
Salah satu wilayah yang banyak menyimpan kekayaan aneka ragam bentuk-bentuk tarian adalah pulau Sumatera. Salah satu pulau  yang di kenal mempunyai banyak ragam bahasa, suku, dan adat istiadat yang menyimpan misteri juga kearifan lokal. Kebijaksanaan dalam menjalani dan memandang hidup, oleh rakyat Sumatera sering kali di perlihatkan lewat kesenian, salah satunya melalui tarian :
  • Tari Saman
  • Tari Seudati
  • Tari Tor-Tor
  • Tari Serampang Dua Belas                                                    
  • Tari Piring                                                                           
  • Tari Selampit Delapan
  • Tari Sekapur Sirih
  • Tari Cangget
SUKU-SUKU DI SUMATERA

Pembeda itu terlihat dari bahasa, pakaian, seni-budaya, bentuk rumah, cara menyambung hidup, hingga pranata sosial yang berlaku dalam masyarakat. Seluruh perbedaan itu mencerminkan BHINNEKA TUNGGAL IKA, Semboyan Resmi REPUBLIK INDONESIA.

Kita masih dapat melihat warisan leluhur Sumatera hingga kini lewat suku :
  • Suku Mentawai
  • Suku Kubu 
  • Suku Batak
  • Suku Melayu
KERAJINAN TRADISIONAL SUMATERA

ulos
Ragam dari kerajinan tradisional pulau Sumatera antara lain tenunan, ukiran, anyaman, bordir/sulam, hingga perkakas.  Dari aceh misalnya, daerah yang mayoritas penduduknya beragama islam ini corak budayanya amat kental di pengaruhi Timur Tengah. Kerawang Gayo dan Rencong menjadi hasil tangan khas dari Bumi Serambi Mekah. Kita akan menjumpai ulos, kain hasil tenunan itu menunjukkan nilai budaya Batak yang sangat luhur. Hal itu di tunjukkan oleh motif  dan ragam warna yang tersemat pada lembaran ulos.

Sedangkan jika kita tetirah ke Minang dan Pulau Nias, ragam ukiran akan menyambut mata. Corak dan warna ukiran itu menunjukkan bahwa di sana nilai-nilai budayanya tak bisa di anggap enteng. Setiap lekuk dan guratan pada kayu memiliki makna yang jadi panduan hidup. Bergeser ke Kepulauan Riau, tepatnya di Pulau Natuna kita akan mempunyai anyaman pandan.

songket
Kreatifitas warga pada kepulauan di utara Pulau Sumatera ini layak di acungi jempol. Dengan bermodal daun pandan , mereka dapat berkreasi tanpa batas. Dan di Sumatera Selatan yang merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya,kita akan menjumpai songket. Nilai budaya dalam lembaran songket ini menunjukkan kebesaran Sriwijaya di masa silam dengan gemerlap warna emasnya.

Kerajinan tradisional seperti tenunan, ukiran, anyaman, bordir/sulam, hingga perkakas bergerak dari desa mewarnai perkotaan. Hasil kerajinan yang indah ini pun di kirim ke luar negeri sebagai cinderamata.

SUMBER DAYA ALAM

Gunung berapi yang ada di sumatera adalah berkah bagi kehidupan. tanahnya subur, dapat di tanami, berbagai macam tumbuhan yang menyumbang perekonomian indonesia.
William Marsden salah seorang  yang mengakui kekagumannya terhadap tanah sumatera. dalam bukunya yang berjudul History of Sumatera ( 1784 ), William dan sejumlah penjelajah dari negeri Arab, Cina, dan Eropa telah mengakui Sumatera sebagai tanah kaya raya.
CPO

karet
batubara



Ratusan tahun pasca catatan William terbit, lembaga bisnis sawit dunia mencatat bahwa Indonesia telah produksi sekitar 43 persen dari total produksi minyak mentah sawit ( Crude Palm Oil / CPO ) dunia. Luas lahan sawit Indonesia mencapai 9,7 ha dan sekitar 5 juta ha ada di sumatera. Kegiatan ini juga membuka lapangan pekerjaan yang luas. Sekitar 42 persen lahan kelapa sawit di miliki oleh petani kecil.

Indonesia merupakan negara kedua penghasil karet penghasil karet alami terbanyak di dunia. Di masa depan, permintaan terhadap karet alami dan karet sintetik masih akan cukup signifikan, karena di dorong oleh pertumbuhan industri otomotif yang tentunya membutuhkan ban berbahan baku karet sintetik dan karet alami. Sumatera adalah produsen terbesar di Indonesia dan masih memiliki peluang peningkatan produktivitas. Koridor Ekonomi Sumatera menghasilkan  65 persen dari produksi karet nasional.
Dari total cadangan sumber daya batu bara ( 104,8 miliar ton ) di Indonesia, sebesar 52,4 miliar ton berada di sumatera, dan sekitar 90 persen  dari cadangan di Sumatera tersebut berada di Sumatera Selatan. Dengan produksi batu bara untuk jangka waktu panjang. Contoh-Contoh hasil alam Sumatera inilah yang menyedot perhatian dunia kepada Sumatera sejak ratusan tahun. Bahkan Inggris dan Belanda bergantian menjajah kawasan ini. di atas tanah , berserakan tumbuhan produksi yang tersebar di Aceh sampai lampung, sebut saja Kelapa dan Kopi.

Di perut buminya, ada minyak bumi, batubara, emas, mineral penting lainnya. Di laut, ragam jenis ikan tersedia. Sumatera di sebut Marsden sebagai Island Of Gold, dalam artinya yang harfiah dan kiasan. 

Potensi industri ekstratif di Indonesia tersebar dalam komoditas yang sangat bervariasi, mulai dari minyak, gas, batubara, dan mineral seperti timah, nikel, emas, tembaga, perak, pasir besi, mangan, dll. Sumber daya alam trersebut tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dan menyumbang 10-40 persen dari produksi dunia . Oleh karenanya, potensi industri ekstratif Indonesia masih cukup besar untuk di kembangkan khususnya di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di kawasan yang belum di eksplorasi secara insentif.

Pada saat yang sama, pemerintah juga akan terus mengembangkan 34 pulau kecil, di sekitar Pulau Sumatera, yang menjadi garda sekaligus pintu gerbang negara yang berbatasan dengan negara-negara tetangga. Pulau Nipah, misalnya, adalah pintu terdepan Indonesia untuk pertahanan, keamanan, dan penegakan hukum. Sebuah pulau kecil yang memiliki arti strategis dalam pertahanan sekaligus memainkan peran penting dalam keamanan pelayaran di Selat Malaka. Pemerintah akan terus mengembangkan Pulau Nipah dan juga pulau-pulau lain dengan pendekatan kesejahteraan, pertahanan, dan keamanan negara, serta lingkungan hidup.

Pesona Pulau Sumatera memang tidak ada habisnya untuk di ceritakan. Saya berharap artikel ini akan makin meningkatkan pemahaman kita terhadap Pulau Sumatera agar masing-masing dapat memberikan inspirasinya dan dorongan bagi kita semua untuk makin bekerja keras membangun dan memakmurkan, tidak hanya Pulau Sumatera, tetapi juga seluruh Tanah Air Indonesia tercinta dalam melanjutkan pembangunan menuju terwujudnya masyarakat adil, makmur, dan sejahtera.
My aunts are sweet and cute
My grandfather and aunt


 ol









Tidak ada komentar:

Posting Komentar